Skip to main content

Mulai Dulu Aja!


Saya mengenal slogan #MulaiDuluAja dari salah satu marketplace ijo yang sudah familiar di telinga para netijen +62, bahkan bisa jadi toko online palugada yang paling sering dikunjungi untuk belanja. Slogan ini saya dengar ketika masih sering-seringnya nonton di bioskop, waktu Covid-19 belum menyerang. Iklan marketplace ijo ini sering banget muncul sebelum film dimulai. Saking seringnya, akhirnya nancep juga slogan #MulaiDuluAja itu.

Hal yang saya sukai dari slogan ini sebenarnya justru bukan ke arah bisnisnya, apalagi mulai berbisnis di marketplace ijo itu. Slogan ini menginspirasi saya untuk mengaplikasikannya hampir di semua lini kehidupan, khususnya saat rasa malas melanda, ngga mood, ataupun pikiran mulai mencari pembenaran untuk menunda.

Saya yakin hampir semua orang pasti pernah berada pada posisi atau kondisi malas melakukan segala sesuatunya. Entah itu alasannya ngga mood, capek, ngga punya waktu, endebre-endebre sejuta alasan lainnya. Akhirnya pembenaran demi pembenaran pun dibuat untuk menunda melakukan apa yang seharusnya dilakukan, yang tanpa disadari sedang menumpuk masalah di kemudian hari.

Kata-kata #MulaiDuluAja ini suka muncul di pikiran dalam bentul self talk ketika rasa malas itu muncul. Jika sudah muncul, biasanya diikuti terjadinya pergolakan batin, apakah itu akan melanjutkan eksekusi rencana yang sudah dibuat sebelumnya atau menundanya entah sampai kapan. Maka, kata-kata #MulaiDuluAja ini menjadi semacam penggerak awal saya. Ibaratnya seperti tombol start di mobil, yang ketika ditekan akan menyalakan mesin mobil untuk siap bergerak.

Bagaimana cara kerjanya? 

Ketika ada rasa ngga mood, malas, atau pikiran mulai mengeluarkan kartu alasan menundanya, maka saya akan langsung menghadangnya dengan kata-kata #MulaiAjaDulu sembari diikuti dengan tindakan langsung.

Misalnya sore ini jadwal saya olahraga. Tiba-tiba mulai ada suara-suara yang meyakinkan untuk istirahat saja, tidak usah olahraga, besok saja olahraganya, dan sejenisnya. Maka, sebelum terjebak lebih jauh dengan segala pergolakan batin ini, saya memilih untuk langsung bergerak, bersiap olahraga. Bentuknya bisa dengan langsung ganti pakaian olahraga, pakai sepatu olahraga, buka laptop dan membuka channel video olahraga yang mau saya lakukan sore ini.

Contoh lainnya lagi, ketika akan melakukan aktivitas penunjang bisnis Milagros saya. Saat mulai muncul rasa-rasa malas, ngga mood, atau keinginan untuk memunda, maka saya akan langsung ambil tindakan langsung bergerak melakukan apa yang direncanakan. Persis seperti slogan, #MulaiAjaDulu.

Menariknya, setiapkali saya melakukan hal ini hampir di semua lini, rasa malas, enggan, dan sebagainya itu tiba-tiba hilang berganti menjadi semangat. Rupanya beratnya itu hanya di awal saja. Begitu sudah bergerak, langsung meluncur dan menggelinding seperti bola salju. Terutama ketika saya mengingat apa tujuan besar di akhir yang sedang menanti saat semua rencana kegiatan itu berhasil dieksekusi.

Jadi buat teman-teman yang hari ini sering ngga mood, males, mencari alasan sebagai pembenaran untuk menunda, coba deh #MulaiDuluAja. Lakukan saja dulu, nanti segala sesuatunya akan menyesuaikan.  Ya pikirannya, ya perasaannya, ya tindakannya, terutama jika yang dilakukan memang aktivitas kunci yang penting untuk tercapainya goal kita.

Jika ternyata sudah memulai namun tidak tergerak juga, berarti ada yang salah di rencana kegiatan kita. Artinya, sudah waktunya mengevaluasi dengan pertanyaan sederhana, "Yakin aktivitas ini adalah hal benar yang memang harus saya lakukan untuk mencapai tujuan besar yang saya inginkan di kemudian hari?"

Semoga bermanfaat.

Your #1 Big Fan, 

Arief Maulana
Co-Founder Republik Ungu
Registered LOGOS Facilitator
Licensed Trainer of Covert Selling

Comments

Popular posts from this blog

Membangun Tim Dengan Performa Kerja Tinggi

 Jika diingat-ingat, rasanya lumayan sering saya mendapatkan curhatan tentang performa tim penjualan yang kurang yahud alias memble. Padahal, dari sisi jumlah tim mungkin bisa dibilang banyak yang direkrut. Namun, performa kerjanya kaya kurang greget, yang berujung pada hasil yang juga tidak optimal. Bicara tentang tim memang gampang-gampang susah. Gampang ngerekrutnya, susah membinanya, apalagi mencetaknya menjadi sosok yang performa kerjanya tinggi, baik dari sisi jumlah closing yang dihasilkan, pelayanan prima, hingga kapasitas diri untuk menjadi team leader berikutnya. Persoalan ini membawa saya untuk mencari jawabannya ke mana-mana. Mulai dari diskusi ke beberapa Team Leader, hingga mencari beberapa referensi bertema leadership & team work, baik dalam bentuk buku maupun workshop. Sehingga sampailah pada beberapa poin yang akan saya tuliskan di bawah ini. Langkah #1 : Miliki Peta Kompetensi Setiap profesi atau pun bisnis, pasti punya kompetensi atau keahlian yang dibutuhkan unt

Menikah, Buat Apa?

Dulu, di awal sebelum menikah, setiap kali ada pertanyaan apa tujuan menikah jawaban saya selalu standar, "Menyempurnakan agama." Jawaban khas orang kebanyakan, entah karena memang mengerti apa makna di balik jawaban itu atau hanya sekedar ikut-ikutan saja. Sama seperti saya, beberapa tahun yang lalu saat masih single dan belum menikah. Ketika sudah menikah, lain lagi jawabannya. Menikah adalah life time job alias pekerjaan seumur pernikahan. Ada upaya untuk menjaga segala sesuatunya tetap baik. Tidak hanya baik dari sisi suami namun juga baik bagi berdua. Bisa berkomunikasi dengan baik hingga saling mengerti satu sama lain saja bukan pekerjaan yang mudah. Belum lagi aspek-aspek lainnya. Oleh karenanya, perjalanan pernikahan saya dan Cibi yang sudah menggenapi usia 8 tahun, tepat hari ini, membawa saya berpikir ulang apa tujuan dari pernikahan itu. Kalau jawabannya seperti paragraf awal, ya tak ubahnya seperti halnya kalau ditanya apa tujuannya makan dan dijawab agar kenyang.

5 Tips Start Strong Di Tahun 2021

Jelang akhir tahun 2020, salah satu mentor sekaligus guru saya di LOGOS Global Academy, Coach Tjia Irawan, memposting sebuah quote yang cukup menggelitik di salah satu media sosialnya. Isi quotenya kurang lebih seperti di bawah ini. Bagaimana mungkin FINISH STRONG jika you STARTED WRONG & ACTION-nya ZONK? Sangat menggelitik bukan? Sungguh-sungguh sangat nampar. Dan rasanya ini salah satu sebab kenapa akhirnya resolusi akhir tahun hanya menjadi wacana dari tahun ke tahun. Keberhasilan dalam pencapaian pada beberapa aspek tahun 2020 tidak membuat saya berhenti mengevaluasi untuk menetapkan goal selanjutnya. Bedanya, jika tahun-tahun sebelumnya semua mengalir layaknya tanpa saya pahami konsep detailnya, maka tidak demikian di tahun ini. Mengenal LOGOS sangat membantu saya dalam memetakan dan mendesain goal yang akan dicapai di tahun 2021. Saya tidak akan menjabarkan apa dan bagaimananya di sini, jika Anda membutuhkan konsultasi profesional dengan LOGOS untuk mendesain GOAL dan ACTION