Skip to main content

Ritual Membangun Mood Agar Lebih Produktif

Bagi saya yang hingga hari ini masih bekerja sebagai karyawan, di mana jadwal kerja masih terpatok pukul 08.00 - 17.00, maka mau tidak mau aktivitas pembuka di pagi hari menjadi satu titik kunci yang akan mempengaruhi produktivitas seharian. Jika di awal sudah memulainya dengan tidak pas, maka biasanya aktivitas di hari itu akan ada aja yang ngga pas. Dengan kata lain, kurang produktif.

Menyadari hal ini, maka saya mencoba untuk membangun sebuah ritual pagi sebelum bekerja untuk membangun mood positif dan mengatur getaran rasa di posisi yang nyaman, tenang dan bahagia. Ibaratnya, jika mau ke medan pertempuran, jangan lupa mempersiapkan segala sesuatunya. Begitu juga ketika akan bekerja. Selain faktor fisik yang disiapkan, faktor non fisik pun perlu disiapkan.

Melalui postingan ini, saya ingin berbagi tentang beberapa ritual pagi yang biasa saya lakukan setiap hari, untuk mengondisikan diri agar siap dan bisa lebih produktif di hari itu.

1. Mengondisikan Hati

Kita tentu tidak bisa memilih akan bangun tidur dalam kondisi yang bagaimana. Terkadang, kita sudah berusaha mempersiapkan diri agar bisa tidur berkualitas, tetap saja akan ada momen di mana bangun tidur rasanya capek, tidak bersemangat, mood berantakan, dan sebagainya. Maka dari itu, di urutan pertama, saya menempatkan pengondisian hati sebagai yang utama dan wajib dilakukan.

Beruntung bagi yang beragama Islam, ada ritual ibadah yang namanya Shalat Subuh. Ini sangat membantu sebenarnya. Karena antara tubuh, pikiran, dan perasaan bisa bersinergi dalam pengondisian hati. Dimulai dari wudhu yang menyegarkan, gerakan shalat yang menjadi stretching atau peregangan otot, hingga tuma'ninah atau dalam konteks saya adalah melambatkan segala sesuatunya, entah itu gerakan, bacaan, bahkan sampai aliran napas.

Bagi yang tidak menjalankan ibadah Shalat Subuh, umumnya banyak yang menyarankan untuk melakukan meditasi dan juga peregangan otot. Tidak lupa pula sembari menghirup udara pagi yang segar.

Agar lebih mempermudah dalam hal pengondisian hati, menguatkan sisi syukur kita juga bisa dilakukan. Tinggal direnungkan saja, apa saja yang bisa kita syukuri di pagi itu. Bahkan masih diberi kesempatan hidup 1 hari lagi pun satu bentu anugerah yang luar biasa menurut saya.

2. Rapi, Bersih, & Wangi

Apapun yang akan dikenakan hari itu untuk beraktivitas, setidaknya 3 standar ini menjadi tolok ukur ketika berpakaian. 

Rapi untuk membangun kepercayaan diri. Karena saya meyakini, pakaian yang baik dan rapi (tidak harus mahal), itu bisa membantu menaikkan kepercayaan diri. Selain itu, kerapian memberikan kesan yang baik dari orang lain kepada kita.

Bersih untuk kenyamanan kita yang menggunakannya. Siapa sih yang ngga suka pakai pakaian yang bersih? Sama halnya dengan kerapian, kebersihan memberikan kesan yang baik dari orang lain kepada kita.

Terakhir, wangi, untuk membangun mood yang baik. Saya memakai parfum justru bukan untuk dicium orang lain, melainkan untuk saya nikmati sendiri. Walaupun tidak bisa dipungkiri beberapa orang yang dekat pun akan menciumnya juga. Oleh karenanya, tidak perlu sampai lebay pake parfum.

3. Air Putih & Minuman Panas

Di awal bangun tidur, saya punya kebiasaan minum setengah botol (300 ml) air Milagros atau air putih biasa jika tidak ada Milagros. Itu cukup menyegarkan dan enak di badan kalau buat saya. Apalagi tidur di dalam ruangan ber-AC, biasanya lebih rentan untuk dehidrasi karena jarang minum. Maka memulai pagi dengan minum air putih adalah aktivitas yang baik dan membantu menstabilkan mood.

Sesampainya di kantor, saya biasanya meminum secangkir minuman panas. Seringnya sih kopi. Tapi kalau lagi ngga pengen kopi, ya minum teh, yang penting panas. Entah kenapa, kalau di saya itu sangat membantu membangun mood sebelum kita produktif beraktivitas di hari itu.

Itu saja tiga hal yang biasa saya lakukan. Tidak perlu merasa harus melakukan hal yang sama, karena setiap orang pasti punya gaya hidupnya masing-masing. Yang penting, temukan 2-3 ritual pagi yang bisa membantu membangun mood positif, bahagia, tenang, dan nyaman kita. Dengan begitu, kita pun siap menjalani hari dengan lebih bersemangat dan tentunya bisa lebih produkfit.

Semoga bermanfaat, happy Mon(ey)day.

Your #1 Big Fan, 

Arief Maulana
Co-Founder Republik Ungu
Registered LOGOS Facilitator
Licensed Trainer of Covert Selling

Comments

Popular posts from this blog

Membangun Tim Dengan Performa Kerja Tinggi

 Jika diingat-ingat, rasanya lumayan sering saya mendapatkan curhatan tentang performa tim penjualan yang kurang yahud alias memble. Padahal, dari sisi jumlah tim mungkin bisa dibilang banyak yang direkrut. Namun, performa kerjanya kaya kurang greget, yang berujung pada hasil yang juga tidak optimal. Bicara tentang tim memang gampang-gampang susah. Gampang ngerekrutnya, susah membinanya, apalagi mencetaknya menjadi sosok yang performa kerjanya tinggi, baik dari sisi jumlah closing yang dihasilkan, pelayanan prima, hingga kapasitas diri untuk menjadi team leader berikutnya. Persoalan ini membawa saya untuk mencari jawabannya ke mana-mana. Mulai dari diskusi ke beberapa Team Leader, hingga mencari beberapa referensi bertema leadership & team work, baik dalam bentuk buku maupun workshop. Sehingga sampailah pada beberapa poin yang akan saya tuliskan di bawah ini. Langkah #1 : Miliki Peta Kompetensi Setiap profesi atau pun bisnis, pasti punya kompetensi atau keahlian yang dibutuhkan unt

Menikah, Buat Apa?

Dulu, di awal sebelum menikah, setiap kali ada pertanyaan apa tujuan menikah jawaban saya selalu standar, "Menyempurnakan agama." Jawaban khas orang kebanyakan, entah karena memang mengerti apa makna di balik jawaban itu atau hanya sekedar ikut-ikutan saja. Sama seperti saya, beberapa tahun yang lalu saat masih single dan belum menikah. Ketika sudah menikah, lain lagi jawabannya. Menikah adalah life time job alias pekerjaan seumur pernikahan. Ada upaya untuk menjaga segala sesuatunya tetap baik. Tidak hanya baik dari sisi suami namun juga baik bagi berdua. Bisa berkomunikasi dengan baik hingga saling mengerti satu sama lain saja bukan pekerjaan yang mudah. Belum lagi aspek-aspek lainnya. Oleh karenanya, perjalanan pernikahan saya dan Cibi yang sudah menggenapi usia 8 tahun, tepat hari ini, membawa saya berpikir ulang apa tujuan dari pernikahan itu. Kalau jawabannya seperti paragraf awal, ya tak ubahnya seperti halnya kalau ditanya apa tujuannya makan dan dijawab agar kenyang.

5 Tips Start Strong Di Tahun 2021

Jelang akhir tahun 2020, salah satu mentor sekaligus guru saya di LOGOS Global Academy, Coach Tjia Irawan, memposting sebuah quote yang cukup menggelitik di salah satu media sosialnya. Isi quotenya kurang lebih seperti di bawah ini. Bagaimana mungkin FINISH STRONG jika you STARTED WRONG & ACTION-nya ZONK? Sangat menggelitik bukan? Sungguh-sungguh sangat nampar. Dan rasanya ini salah satu sebab kenapa akhirnya resolusi akhir tahun hanya menjadi wacana dari tahun ke tahun. Keberhasilan dalam pencapaian pada beberapa aspek tahun 2020 tidak membuat saya berhenti mengevaluasi untuk menetapkan goal selanjutnya. Bedanya, jika tahun-tahun sebelumnya semua mengalir layaknya tanpa saya pahami konsep detailnya, maka tidak demikian di tahun ini. Mengenal LOGOS sangat membantu saya dalam memetakan dan mendesain goal yang akan dicapai di tahun 2021. Saya tidak akan menjabarkan apa dan bagaimananya di sini, jika Anda membutuhkan konsultasi profesional dengan LOGOS untuk mendesain GOAL dan ACTION