Skip to main content

Staycation, Liburan Minim Budget Di Tengah Waktu Terbatas

Pernah dengar istilah STAYCATION? Jika belum artinya kurang lebih adalah liburan yang dilakukan di rumah atau di dekat rumah, tanpa pergi atau melakukan perjalanan ke tempat lain. Bentuknya bisa bersantai di rumah dengan pengondisian tertentu, atau menginap di hotel / penginapan yang ada di kota tempat kita tinggal sembari menikmati semua fasilitas yang disediakan di sana.

Saya dan Cibi sendiri, sudah sejak beberapa tahun yang lalu memiliki hobi staycation. Sebenernya kami berdua senang travelling untuk berlibur. Namun, karena keterbatasan waktu (cuti terbatas) dan juga kami adalah tipe turis, bukan traveller, maka perlu banyak persiapan. Mulai dari menentukan waktunya, dan juga persiapan budget yang cukup lumayan. Tentu saja ini didasari pada keinginan liburan yang bener-bener refreshing, bukan cuma dapet capek karena harus mengunjungi banyak lokasi di waktu terbatas.

Di sisi lain refreshing sendiri sudah jadi satu gaya hidup yang tidak terelakkan, di tengah tekanan dan tantangan hidup yang selalu datang tanpa henti. Ini bagian dari menjaga keseimbangan hidup, versi kami. Maka salah satu alternatifnya adalah dengan melakukan staycation. Jadi ujaran "kurang piknik", bagi kami, adalah benar adanya.

Dari sisi budget, staycation bisa memangkas banyak. Jika travelling biasa membutuhkan biaya transport dan akomodasi, dengan staycation cukup fokus di biaya akomodasi saja mengingat lokasi berliburnya di dalam kota dan hanya muter di situ-situ saja. Dari sisi makan pun, jika memang makanan hotel dirasa mahal, ya tinggal go food atau keluar ke warung terdekat.

Dari sisi penggunaan waktu, staycation buat saya sangat membantu. Tidak harus menunggu long weekend untuk melakukan kegiatan ini. Jika dibutuhkan, sabtu minggu pun sudah cukup. Check in di hari Jumat dan check out di hari Minggu. Sehingga bisa dilakukan kapan saja. Lebih fleksibel dan tidak banyak waktu terbuang untuk proses perjalanannya.

Dari sisi keselamatan apalagi, khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini. Prosedur kesehatan di hotel saya yakin pasti ada dan jalan. Satu-satunya resiko terbesar adalah di perjalanannya dan ketika berkumpul di area padat manusia seperti terminal, stasiun, atau bandara. Dengan staycation, kita bisa meminimalisir resiko tersebut.

Alternatif ini buat saya jadi satu bentuk "piknik" yang bisa diandalkan di tengah keterbatasan budget dan waktu. Sehingga sisi refreshing totalnya dapet, tanpa harus lelah menempuh perjalanan jauh dan jauh lebih aman di masa pandemi seperti sekarang ini.

Namun terlepas daripada semua itu, tentu saja namanya staycation tetap saja butuh duit. Kecuali jika tipe staycation kita di rumah saja. Maka dari itu, jika duitnya belum ada atau terbatas, ya ditambah keran penghasilannya. Sehingga budget liburannya bisa diperbesar. Ngga perlu diajarin lagi kan, perihal menambah keran penghasilan ini?

So, buat kalian yang lagi nyari solusi buat berlibur, tapi masih takut-takut karena wabah Covid-19, atau budget terbatas, atau waktunya yang terbatas, coba staycation aja biar tetep bisa berlibur, refreshing dan menjaga keseimbangan hidup. Selamat berlibur.

Your #1 Big Fan, 

Arief Maulana
Co-Founder Republik Ungu
Registered LOGOS Facilitator
Licensed Trainer of Covert Selling

Comments

Popular posts from this blog

Membangun Tim Dengan Performa Kerja Tinggi

 Jika diingat-ingat, rasanya lumayan sering saya mendapatkan curhatan tentang performa tim penjualan yang kurang yahud alias memble. Padahal, dari sisi jumlah tim mungkin bisa dibilang banyak yang direkrut. Namun, performa kerjanya kaya kurang greget, yang berujung pada hasil yang juga tidak optimal. Bicara tentang tim memang gampang-gampang susah. Gampang ngerekrutnya, susah membinanya, apalagi mencetaknya menjadi sosok yang performa kerjanya tinggi, baik dari sisi jumlah closing yang dihasilkan, pelayanan prima, hingga kapasitas diri untuk menjadi team leader berikutnya. Persoalan ini membawa saya untuk mencari jawabannya ke mana-mana. Mulai dari diskusi ke beberapa Team Leader, hingga mencari beberapa referensi bertema leadership & team work, baik dalam bentuk buku maupun workshop. Sehingga sampailah pada beberapa poin yang akan saya tuliskan di bawah ini. Langkah #1 : Miliki Peta Kompetensi Setiap profesi atau pun bisnis, pasti punya kompetensi atau keahlian yang dibutuhkan unt

Menikah, Buat Apa?

Dulu, di awal sebelum menikah, setiap kali ada pertanyaan apa tujuan menikah jawaban saya selalu standar, "Menyempurnakan agama." Jawaban khas orang kebanyakan, entah karena memang mengerti apa makna di balik jawaban itu atau hanya sekedar ikut-ikutan saja. Sama seperti saya, beberapa tahun yang lalu saat masih single dan belum menikah. Ketika sudah menikah, lain lagi jawabannya. Menikah adalah life time job alias pekerjaan seumur pernikahan. Ada upaya untuk menjaga segala sesuatunya tetap baik. Tidak hanya baik dari sisi suami namun juga baik bagi berdua. Bisa berkomunikasi dengan baik hingga saling mengerti satu sama lain saja bukan pekerjaan yang mudah. Belum lagi aspek-aspek lainnya. Oleh karenanya, perjalanan pernikahan saya dan Cibi yang sudah menggenapi usia 8 tahun, tepat hari ini, membawa saya berpikir ulang apa tujuan dari pernikahan itu. Kalau jawabannya seperti paragraf awal, ya tak ubahnya seperti halnya kalau ditanya apa tujuannya makan dan dijawab agar kenyang.

5 Tips Start Strong Di Tahun 2021

Jelang akhir tahun 2020, salah satu mentor sekaligus guru saya di LOGOS Global Academy, Coach Tjia Irawan, memposting sebuah quote yang cukup menggelitik di salah satu media sosialnya. Isi quotenya kurang lebih seperti di bawah ini. Bagaimana mungkin FINISH STRONG jika you STARTED WRONG & ACTION-nya ZONK? Sangat menggelitik bukan? Sungguh-sungguh sangat nampar. Dan rasanya ini salah satu sebab kenapa akhirnya resolusi akhir tahun hanya menjadi wacana dari tahun ke tahun. Keberhasilan dalam pencapaian pada beberapa aspek tahun 2020 tidak membuat saya berhenti mengevaluasi untuk menetapkan goal selanjutnya. Bedanya, jika tahun-tahun sebelumnya semua mengalir layaknya tanpa saya pahami konsep detailnya, maka tidak demikian di tahun ini. Mengenal LOGOS sangat membantu saya dalam memetakan dan mendesain goal yang akan dicapai di tahun 2021. Saya tidak akan menjabarkan apa dan bagaimananya di sini, jika Anda membutuhkan konsultasi profesional dengan LOGOS untuk mendesain GOAL dan ACTION